Minggu, 22 Januari 2017

tugas 4.2 manfaat penerapan teknologi bagi perusahaan dan masyarakat

Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif. Layanan TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yangcost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.

Saat ini banyak perusahaan transportasi berlomba lomba untuk memanjakan penumpang, salah satunya dengan cara menyediakan pemesanan dan pembelian tiket berbasis online. Cara tersebut digunakan untuk mengurangi jumlah antrian di depan loket penjualan tiket. Selain itu calon penumpang juga tidak perlu repot lagi datang dan menggantri diTterminal atau agen penjualan tiket bus.

Penyedia tiket bus online saat ini sudah banyak di Indonesia, jadi saat ini penumpang bus tidak perlu repot-repot lagi harus membeli tiket bus ke terminal atau agen bus. Cukup duduk dirumah dan gunakan internet atau aplikasi dari hanphone Anda dan mulai mencari tiket bus tujuan Anda baik PO yang ingin Anda gunakan bahkan harga tiket bus juga sudah tersedia sangat lengkap. Selain dukungan bus-bus terbaik ditahun 2016 ini dan sistem pembelian tiket bus yang sangat mudah jadi sudah tidak ada alasan lagi kita untuk malas naik bus.
Nah kali ini Ayonaikbis.com akan membagikan cara mudah untuk membeli tiket bus online melalui Ayobis.com dan Bosbis.com. Dan juga ada beberapa Perusahaan Otobus (PO) yang menyediakan penjualan tiket bus online melalui website resmi mereka sebagai contoh adalah PO. Lorena juga memiliki website penjualan tiket secara online. Berikut ini ada;ah cara untuk memesan tiket bus pada website ayobus.com :

1. Cara Membeli tiket bus online via Ayobis
o    Kunjungi website www.ayobis.com
o    Mulai melakukan pencarian trayek bus
o    Tempat keberangkatan dan tujuan
o    Tanggal keberangkatan
Kiat pencarian tiket bus

o    Ayobis akan menampilkan harga tiket bus dan operator bus yang berkerja sama dengan Ayobis
o    Setelah itu akan muncul daftar PO yang tersedia kemudian silahkan pilih jadwal, fasilitas dan harga tiket yang sesuai dengan Anda.

Memilih bus yang tersedia
o    Selanjutnya pilih nomor tempat duduk, akan tetapi ini hanya berlaku untuk beberapa PO bus tertentu saja.

Pemilihan nomor tempat duduk bus
o    Selanjutnya isi semua data rincian perjalanan
o    Jika semua sudah lengkap lakukan pembayaran yang tersedia melalui kartu kredit/debet, paypal dan online banking (CIMB click, mandiri dna Klik BCA).
Pengisian data penumpang dan pembayaran tiket bus


2. Nah selanjutnya cara membeli tiket bus online via Bosbis
Tidak jauh berbeda cara membeli tiket bus online melalui Ayobis silahkan ikuti caranya sebagai berikut.
Silahkan kunjungi website www.Bosbis.com
Pilih rute dan waktu perjalanan  Anda : Pilih tanggal keberangkatan, kota asal dan tujuan lalu klik tombol “cari jadwal perjalanan”.


Pilih operator dan jam keberangkatan Anda
 : Pilih tempat keberangkatan, pilih kursi, masukkan data pemesan dan penumpang tiket.

Pilih metode pembayaran Anda : Pilih metode pembayaran yang sesuai buat Anda. Tersedia berbagai metode pembayaran untuk memudahkan Anda.
  




Nah itu tadi cara mudah untuk membeli tiket bus online melalui website, dan untuk pembelin tidak bus online dapat di lakukan melakukan aplikasi di smartphone Anda silahan downlaod melalui Google playstore atau Apple store.

sumber :

http://ayonaikbis.com/cara-mudah-membeli-tiket-bus-online/736


Read more »

Tugas 4.1 CONTOH KASUS DISKRIMINASI



Identitas keberagaman di Indonesia terus diuji dengan beragam tindakan diskriminasi. Selama 14 tahun setelah reformasi, setidaknya ada 2.398 kasus kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia. Yayasan Denny JA mencatat, dari jumlah itu paling banyak kekerasan terjadi karena berlatar agama/paham agama sebanyak 65 persen. Sisanya, secara berturut-turut adalah kekerasan etnis (20 persen), kekerasan jender (15 persen), dan kekerasan orientasi seksual (5 persen).
“Semenjak reformasi, diskriminasi yang terjadi lebih bersifat priomordial, komunal, bukan seperti diskriminasi ideologi yang terjadi pada masa Orde Baru,” ujar Direktur Yayasan Denny JA, Novriantoni Kahar, Minggu (23/12/2012), dalam jumpa pers di Kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI), di Jakarta.

Dari banyaknya kasus diskriminasi yang terjadi, Yayasan Denny JA mendata setidaknya ada lima kasus diskriminasi terburuk pasca 14 tahun reformasi. Kelima kasus itu dinilai terburuk berdasarkan jumlah korban, lama konflik, luas konflik, kerugian materi, dan frekuensi berita. Setiap variabel diberikan nilai 1-5 kemudian dikalikan dengan bobot masing-masing variabel. Pembobotan skor 50 diberikan pada variabel jumlah korban, skor 40 untuk lamanya konflik, skor 30 untuk luas konflik, skor 20 untuk kerugian materi, dan skor 10 untuk frekuensi berita. Hasilnya, konflik Ambon berada di posisi teratas, yakni dengan nilai 750, kemudian diikuti konflik Sampit (520), kerusuhan Mei 1998 (490), pengungsian Ahmadiyah di Mataram (470), dan konflik Lampung Selatan (330).
“Lima konflik terburuk ini setidaknya telah menghilangkan nyawa 10.000 warga negara Indonesia,” ucap Novriantoni.

Konflik Maluku menjadi konflik kekerasan dengan latar agama yang telah menelan korban terbanyak, yakni 8.000-9.000 orang meninggal dunia, dan telah menyebabkan kerugian materi 29.000 rumah terbakar, 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintahan, dan 4 bank hancur. Rentang konflik yang terjadi juga yang paling lama, yakni sampai 4 tahun.
Sementara konflik Sampit yang berlatar belakang etnis, yakni antara Dayak dan Madura, telah menyebabkan 469 orang meninggal dunia dan 108.000 orang mengungsi. Rentang konfliknya pun mencapai 10 hari. Konflik kerusuhan di Jakarta yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 juga tidak kalah hebatnya. Konflik ini menelan korban 1.217 orang meninggal dunia, 85 orang diperkosa, dan 70.000 pengungsi. Meski hanya berlangsung tiga hari, kerugian materi yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun.
Konflik Ahmadiyah di Transito Mataram telah menyebabkan 9 orang meninggal dunia, 8 orang luka-luka, 9 orang gangguan jiwa, 379 terusir, 9 orang dipaksa cerai, 3 orang keguguran, 61 orang putus sekolah, 45 orang dipersulit KTP, dan 322 orang dipaksa keluar Ahmadiyah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa yang besar, konflik ini mendapat sorotan media cukup kuat dan rentang peristiwa pascakonflik selama 8 tahun yang tak jelas bagi nasib para pengungsi.
Konflik kekerasan yang terjadi di Lampung Selatan telah menimbulkan korban 14 orang meninggal dunia dan 1.700 pengungsi. “Secara keseluruhan, negara terlihat mengabaikan konflik-konflik yang sudah terjadi pelanggaran HAM berat. Dalam beberapa kasus bahkan tidak ada pelaku atau otak pelaku kekerasan yang diusut,” katanya.

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/12/23/15154962/Lima.Kasus.Diskriminasi.Terburuk.Pascareformasi

ANALISIS KASUS
Menurut saya kasus diskriminasi tersebut bisa terjadi karena hukum mengenai HAM di Indonesia tersendiri bukan merupakan suatu hal yang penting. Sehingga setiap suku, atau etnis bahkan agama pun kurang mendapat perhatian tertentu jika dikaitkan dengan hukum yang sudah diberlakukan UUD. Dampaknya setiap individu yang memang pada dasarnya memiliki ego tersendiri menganggap diri mereka adalah orang-orang yang paling benar. Apalagi jika bagian dari mereka itu menjadi kaum mayoritas, sehingga kaum minoritas pada suatu daerah akan dikucilkan oleh kaum mayoritas. Pemikiran dia lah yang paling benar, paling hebat akan mendoktrin pikiran dari masyarakat untuk menguasai daerah tempat dimana ia tinggal. Masing-masing ingin merasa menjadi yang terpenting dan ingin menguasai dengan perbandingan pikiran mereka tidak sejalan dengan masyarakat yang lainnya. Itulah sebabnya  mengapa di Indonesia ini masih sering kita temui adan kita dengar tentang kasus mengenai konflik yang merujuk pada diskriminasi hak asasi manusia. Ditambah lagi, masalah-masalah yang sangat merugikan negara ini kurang menjadi sorotan penting dimata hukum. Hanya tertulis pada UUD saja tidak terbentuk pada kehidupan nyatanya.
Tidak hanya hal tersebut, diskriminasi pada berita tersebut bisa juga terjadi dikarenakan melekatnya tradisi budaya yang diyakinkan oleh masyarakat sebelumnya (primodial). Di Indonesia ini banyak sekali budaya yang menyebar pada setiap pulaunya. Dari setiap budaya masing-masing memiliki ciri khas, kebiasaan dan adatnya tersendiri. Mengenai adat kebiasaan pasti akan berbeda dari budaya satu dengan budaya yang lainnya. Bahkan jika dalam suatu agama bisa diambil agama islam ini masing-masing setiap masyarakat yang menganutnya memiliki budaya atau kebiasaan yang mereka bawa dari nenek moyangnya terdahulu. Kemudian mereka migrasi ke suatu wilayah dimana tradisi agama islam mereka berbeda, maka hal inipun akan melatar belakangi terjadinya konflik antar agama. Tentu pasti berujung soal diskriminasi antara penduduk asli dengan penduduk pendatang.

SOLUSI DAN PENDAPAT PRIBADI
Menurut saya, konflik-konflik yang terjadi akan menjadikan Indonesia ini menjadi terpecah belah. Jika itu terjadi tentu akan menjadi bagian yang sangat penting karena akan hilang salah satu bagian dari pancasila yaitu ‘Persatuan Indonesia’. Kasus diskriminasi menjadi hal yang penting, jika Indonesia ini saling bersatu pastinya dalam perkembangan untuk negara pun akan menjadi lebih baik. Untuk menjadikan diskriminasi ini berkurang memang harus didasari dari diri sendiri, pola pemikiran masing-masing masyarakatnya. Tidak lepas dari tergantung diri sendiri tentu pemerintah harus membantu mendorong dengan tidak acuh soal hal ini. Lebih menindak lanjuti kasus-kasus diskriminasi yang terjadi. Tidak bersikap kaku dalam arti banyak sekali birokrasi dan syarat dalam penanganannya. Seharusnya yang dilihat itu bukanlah masalah apa yang melatarbelakangi konflik tersebut melainkan apa yang harus dilakukan untuk menyatukan suatu pola pemikiran dari banyak masyarakat yang berbeda-beda mengingat persatuan itu sangatlah penting. Semua ini bukan untuk mereka yang berkonflik, namun untuk Indonesia.


Read more »

Sabtu, 24 Desember 2016

Tugas Softskill

     1.  Apakah saat ini tujuan NKRI sudah terwujud ? Berikan tanggapan !

Menurut pandangan saya belum, karena masih banyak konflik sosial dengan berbabai macam motif SARA yang selalu mengedepankan kepentingan kelompok mayoritas dan banyak terjasi penindasan terhadap kaum minoritas. Kasus lainnya dalah banyaknya pelanggaran HAM, dan ketidakadilan dalam proses hukum, sehingga muncul istilah “Hukum runcing ke bawah namun tumpul  ke atas”. Hal ini tentu tidak sesuai dengan dasar negara Indonseia yakni Pancasila. Pada sila ke dua tertulis “ Kemanusiaan yang adil dan beradab”  sila ke tiga “persatuan Indonesia” dan sila ke lima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dari kutipan pancasila tersebut dan jika dibandingkan dengan keadan yang ada saat ini, tentu kita dapat menilai bahwa NKRI belum terwujud.

2 2.    Apakah wajib militer perlu diadakan di Indonesia ? Alasan !

Untuk saat ini tidak perlu, alasannya Indonesia tidak atau belum memiliki ancaman perang. Tidak seperti Korea Utara dan Korea Selatan, dimana kedia negara tersebut hingga saat ini masih berselisih sehingga mewajibkan para pemudanya untuk mengikuti wajib militer sebagai bentuk bela negara. Namun jika suatu saat Indonesia berada diosisi genting, peraturan ini perlu dilakukan demi mempertahankan NKRI.

   3. Wujud cinta tanah air yang akan dilakuan jika berada di luar negeri , serta bagaimana cara untuk       memperkenalkan Indonesia ?
                 Wujud  cinta tanah air yang dapat dilakukan jika berada di luar negeri  salah satunya dengan  berkelakuan baik , karena Indonesia dikenal dunia melalui sifat masyarakatnya yang ramah. Dengan berkelakuan baik maka kita turut menjaga image tersebut dan semakin membuat nama Indonesia dikenal karena keramah tamahannya.
Ada berbagai macam cara untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia, seperti melalui  pariwisata, makanan, dan budaya. Dari segi pariwisata sebenarnya masyarakat dunia sudah menggetahui beberapa lokasi wisata yang popu;er seperti  Bali, Lombok, danau Toba, gunung Bromo, Raja ampat dan lain lain. Namun ada baiknya jika kita bisa memperkenalkan spot atau nlokasi wisata lain yang tidak kalah bagusnya dengan yang sudah disebutkasn di atas.
                Selain dari segi pariwisata, Indonesia juga memiliki kuliner yang lezat seperti  Rendang yang memilikin status sebagai makanan terenak di dunia, sate yang merupakan makanan favorit mantan presiden Amerika Barrack Obama dan olahan kedelai khas Indosenia yaitu tahu dan tempe.

Indonesia mendapat peringkat nomor  satu  sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya, hal ini juga dapat menjadi potensi  agar Indonesia dapat lebih dikenal dunia kerena masing masing budaya memiliki ciri khas baik dalam berpakaian, rumah adat, prosesi pernikahan, prosesi pemakaman, maupun karya seni nyang dihasilkan.

Read more »

Rabu, 02 November 2016

Muara Gembong, kawasan pinggiran kota yang terpinggirkan




KOMUNITAS SAHABAT PEDULI

Muara Gembong adalah sebuah kawasan yang letaknya tidak jauh dari kawasan Jakarta dan Bekasi, namun kehidupan disana cukup memprihatinkan. Letak kawasan yang berada pinggiran pantai menyebabkan saat musim kemarau air laut memasuki sungai. Akibatnya selain memang sejak dulu tidak mendapat akses air bersih kini masyarakat juga dihadapkan pada problema baru.

Masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan peternak mengalami kesulitan untuk bertani karena sumber pengairan sawah dan sumber air minum ternak  mereka menjadi asin. Hal itu disebabkan karena air laut masuk ke sungai yang menjadi sumber air dan juga digunakan untuk minum, mandi serta memasak oleh masyarakat di kawasan tersebut sehingga air yang dikonsumsi terasa asin. Jika hal tersebut berlanjut, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut Kompasiana.com, hal tersebut sudah terjadi sepanjang tahun dan harus secepatnya ditemukan solusi bagi permasalahan tesebut. Sebaiknya pemerintah daerah dan pusat dapat bekerjasama mengatasi masalah ini agar warga Muara Gembong tidak lagi mengalami kesulian air bersih.

Gagasan yang saya usulkan terhadap pemerintah adalah menggunakan teknologi pemurni air laut menjadi air siap minum(Reverse Osmosis Sea Water). Alasan saya mengajukan gagasan tersebut ialah letak kawasan Muara Gembong yang berada di pinggir laut Jawa sehingga teknologi ini cocok untuk diterapkan diwilayah tersebut.

            Konsep kerja teknologi ini ialah menyedot air laut dengan pompa bertekanan tinggi dan mengalirakannya ke dalam tabung pemurnian tiga tahap yakni : tahap filtrasi, tahap Desalinasi dan tahap Demineralisasi. Berikut adalah penjelasan mengenai tahap-tahap tersebut.

High_Container_901_UK-tekst

Tahap Filtrasi

Air laut yang menjadi bahan baku utama dialirkan menuju sea water pit, dan untuk menghambat pertumbuhan biota-biota laut diinjeksikan sodium hipoklorit dengan kadar tertentu. Selanjutnya air laut difiltrasi menggunakan travelling screen untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang berukuran besar.

Dari sea water pit, air laut dialirkan menuju primary filter dengan menggunakan sebuah pompa. Diperjalanan, air tersebut diinjeksi senyawa koagulan FeSO4 yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel berukuran kecil menjadi partikel-partikel berukuran lebih besar sehingga lebih mudah dilakukan proses filtrasi.

Tahap Desalinasi

Air dari cartridge filter dialirkan menuju proses Desalination Reverse Osmosis. Desalination Reverse Osmosis  SWRO adalah proses filtrasi dengan menggunakan membran semi permeable dengan jalan membalik proses Osmosis. Pada tahap ini, air laut sudah berubah menjadi air tawar, dari konduktivitas 40.000-50.000 μS/cm sebelum masuk proses menjadi 700-800 μS/cm di akhir proses reverse osmosis ini.

Selanjutnya air akan mengalami proses decarbonator atau proses menghilangkan kandungan CO2dalam air. CO2 harus dihilangkan karena ia akan membentuk bikarbonat jika di dalam air dan dapat menurunkan pH. Proses ini dengan jalan menghembuskan udara ke dalam tangki air sisi bawah menggunakan blower, sehingga udara akan mengikat CO2 dalam air.
Tahap Demineralisasi

Tahap ini menggunakan air dari hasil tahap desalinasi. Demineralisasi juga menggunakan prosesreverse osmosis, yang membedakan adalah penggunaan membran semi permeable jenis lain. Air yang keluar dari proses ini akan memiliki nilai konduktifitas sebesar hanya 20-30 μS/cm dari 1000 μS/cm pada saat sebelum proses.

Selanjutnya air dialirkan menuju mixed bed dengan tujuan untuk menangkap ion-ion baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam air dengan menggunakan resin. Resin merupakan polimerisasi dari difinil benzena dan stirine serta ditambah dengan gugus aktif. Kation resin memiliki gugus aktif H+ sedangkan anion resin memiliki gugus aktif OH.

Air hasil dari proses demineralisasi inilah yang selanjutnya dipergunakan sebagai media kerja untuk proses siklus air – uap air. Selain itu juga dipergunakan sebagai media kerja auxiliary cooling water dan pendingin pada stator generator.

Pengolahan Air laut  menjadi air minum,  Air laut bagi  daerah di kawasan jalur laut,ancaman abrasi serta ekspansi air ke daratan memang bukan hal baru. Saat ini dalam radius dua hingga tiga kilometer pantai atau pertambakan banyak air sumur yang rasanya sudah payau.

Demikian adalah gagasan yang bisa saya sampaikan, saya harap gagasan yang saya buat dapat dilihat oleh pihak terkait dan melaksanakannya secepat mungkin sehingga warga Muara Gembong tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

sumber gambar : http://kspmuge847.blogspot.co.id/2014/09/mengenal-lebih-dekat-muara-gembong.html
Sumber teknologi: http://www.wattech.co.id/tag/proses-air-laut-menjadi-air-minum/

Read more »

Minggu, 02 Oktober 2016

Dampak perkembangan teknologi terhadap daerah tertinggal





 Hasil gambar untuk perkembangan teknologi

Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami perubahan. Perubahanyang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga menuju kearah kemunduran. Terkadang perubahan- perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehingga membingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi masyarakat. Perubahan itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, seperti peralatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistem kemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, serta religi/keyakinan.
Di dalam buku Sosiologi Pembangunan karangan Prof. Dr. Ny. Pudjiwati Sajogyo, ditelaah ciri-ciri masyarakat yang menjadi modern, artinya mempelajari proses perubahan penting yang terjadi dalam struktur sosial negara-negara yang menjadi modern.
Dikutip beberapa ciri masyarakat modern yang dikemukakan Prof. Selo Soemardjan, antara lain:
·        tingkat pendidikan formal adalah tinggi dan merata;
·        2.kepercayaan yang kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk kesejahteraan masyarakat
Masyarakat tergolong-golong menurut bermacam-macam profesi serta keahlian yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan.
          Sedangkan ciri manusia modern yang menjadi penentu modernisasi, menurut Soerjono Soekanto, antara lain:
·        manusia modern adalah orang yang bersikap terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dan penemuan-penemuan baru;
·        siap menerima perubahan-perubahan;
·        percaya kepada keampuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

PENERAPAN TEKNOLOGI YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SOSIAL PADA MASYARAKAT

Pembangunan yang telah dilakukan di setiap desa-desa yang ada di wilayah Indonesia, utamanya pada masyarakat petani saat ini. Bentuk penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian dan perubahan sosial masyarakat petani merupakan implementasi dari pembangunan yang dilakukan di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.
Penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian dan perubahan sosial masyarakat petani telah menciptakan cara dan sikap masyarakat petani dalam melakukan proses produksi pertanian. Secara tegas dikatakan bahwa teknologi tepat guna dalam pertanian yang diperkenalkan dipedesaan Jawa lebih banyak mengandalkan masukan modern dan membatasi tenaga kerja. Hanya saja pada masa selanjutnya, hal ini berbanding berbalik, yakni penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian semakin menambah kesempatan kerja, utamanya bagi kaum buruh tani. Bentuk lain dari hasil analisa mengenai cara dan sikap masyarakat petani ini adalah bahwa teknologi meningkatkan alternatif kita, penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian membawa cita-cita yang sebelumnya tak dapat dicapai ke dalam alam kemungkinan dan dapat mengubah kekuasaan relatif atau memudahkan menyadari nilai-nilai berbeda.
Penerapan teknologi tepat guna dalam pertanian saat ini telah mampu membentuk alternatif-alternatif baru bagi masyarakat petani dalam melakukan proses produksi pertanian, serta menjadikan masyarakat petani untuk dapat selalu mengkondisikan alam.
          Bila memperhatikan ciri-ciri masyarakat Indonesia, yaitu tingkat pendidikan formal yang kurang merata, kepercayaan yang kurang kuat pada teknologi sebagai sarana untuk kesejahteraan masyarakat, banyaknya golongan profesi di masyarakat, serta kesiapan menerima perubahan-perubahan, khusus pemanfaatan teknologi baru, dalam meningkatkan kesejahteraannya, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat lamban untuk disebut sebagai masyarakat modern, khususnya masyarakat di daerah tertinggal dan daerah terbatas. Pengertian masyarakat di daerah tertinggal dan terbatas adalah masyarakat di wilayah/provinsi yang kurang memanfaatkan teknologi tepat guna untuk memajukan daerahnya, sehingga selalu mengalami krisis pangan dan sulit serta mahalnya layanan transportasi darat, laut maupun udara, sehingga kurang terjangkau informasi teknologi

Suku Baduy

Hasil gambar untuk suku baduy]

         Suku Baduy adalah nama salah satu kelompok masyarakat kecil yang bertempat tinggal di Kabupaten Lebak Rangkasbitung, Banten. Sebutan ‘Baduy’ sendiri diambil dari sebutan penduduk luar yang berawal dari peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan Badawi atau Bedouin Arab—merupakan arti dari masyarakat nomaden. Para penduduknya tidak mengenal pendidikan, benda telekomunikasi, listrik, bahkan alas kaki. Meskipun begitu, para penduduknya tergolong pintar dalam bertahan hidup dan berkreasi dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
         Mata pencaharian utama mereka adalah bertani dan berladang, dan padi yang biasa ditanam disini adalah padi huma yang hanya panen sekali dalam setahun. Masa panen tersebut juga digunakan suku Baduy sebagai hitungan umur mereka. Namun jika panen gagal atau sedang kekurangan pemasukan, suku Baduy memiliki cara lain untuk memenuhi kebutuhan dengan membuat berbagai aksesori tradisional hasil buatan tangan yang nantinya dijual, seperti baju khas Baduy, gelang rotan, cincin akar, dan lain-lain.
         Masyarakat Baduy dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu Baduy dalam, Baduy luar, dan Baduy Dangka. Baduy dalam atau yang disebut juga dengan Tangtu, adalah masyarakat baduy yang menolak modernisasi secara ketat dan memegang teguh aturan-aturan adat. Ciri khas Tangtu adalah pakaian yang serba putih atau biru tua dengan ikat kepala putih.
         Penduduk suku Baduy merupakan penganut animisme atau pemujaan terhadap arwah nenek moyang, yang sering disebut sebagai Sunda Wiwitan. Inti dari kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan ketentuan adat yang mutlak—yang disebut juga pikukuh (kepatuhan)—dengan konsep yaitu tidak adanya perubahan sedikit pun atau tanpa perubahan apapun. Namun seiring dengan berjalannya waktu, beberapa agama telah mulai masuk ke dalam suku Baduy seperti Islam, Hindu, dan Buddha yang sedikit banyak mempengaruhi.
          Meskipun anti teknologi, namun ikatan masyarakat Baduy terhadap penduduk luar sangatlah erat dan tetap bersifat kekeluargaan, tidak ada isolasi yang membuat mereka terasing. Hal ini juga yang membuat rutinnya kegiatan Seba di masyarakat Baduy, yaitu kegiatan yang diadakan setahun sekali untuk mengantarkan hasil bumi kepada Gubernur Banten. Orang Baduy juga biasa berkelana ke kota besar di sekitar mereka untuk berjualan dan hanya ditempuh dengan jalan kaki hingga berkilo-kilo meter. Dulu para orang Baduy hanya menggunakan sistem barter dalam memenuhi kebutuhan mereka, namun sekarang beberapa penduduknya telah menggunakan uang rupiah untuk berjualan.
           Karena tak adanya pembangunan jalan di desa Kanekes, maka lumpur dan bebatuan masih   mendominasi wilayah mereka dan bisa menjadi sangat licin sekaligus berbahaya bagi pengunjung yang tidak terbiasa berjalan di medan bebatuan—terutama ketika hujan.
          Pemerintah setempat pun pernah menawarkan pembangunan jalan di desa namun ditolak oleh masyarakat Baduy. Walaupun tanpa listrik dan teknologi yang menunjang, namun desa Kanekes cocok untuk dijadikan sebagai tempat wisata bagi anda yang berjiwa petualang dan suka terhadap kesunyian. Selain penduduk dan ketua adat yang ramah-ramah, disana anda bisa membeli oleh-oleh paling khas yaitu baju suku Baduy yang selalu dijahit hanya dengan menggunakan tangan dan benang tenunan asli hasil bumi Baduy.

Prio Himawan
1b115162

Sumber :
http://jadiberita.com/1796/suku-baduy-eksis-meski-anti-teknologi.html
http://himasio-unsyiah.blogspot.co.id/2011/11/pengaruh-teknologi-terhadap-perubahan.html


Read more »